|
ANALISA FUNDAMENTAL
Get the fundamental analisys here and learn it all for you... I'll give you the other soon...
Sebagian besar mereka yang awam atau baru saja berkenalan dengan forex trading pastilah tidak mengenal apa itu analisa fundamental. Artikel ini bertujuan untuk mengupas bagian mendasar dari analisa fundamental.
Analisa fundamental mengambil pendekatan berdasarkan berita atau pun rumor yang beredar di pasar.Seperti kita ketahui bersama, bursa finansial seperti saham dan pasar uang sangat sensitif dengan berita yang sedang beredar di market. Overview
Secara garis besar, analisa pada forex trading terdiri dari dua bagian yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental. Analisa teknikal mendasarkan analisanya dengan perhitungan matematis (biasanya mengugnakan data statistik) dan menggunakan grafik (chart - itu sebabnya pelaku analisa teknikal biasa disebut chartist) sebagai senjata utamanya.
Analisa fundamental mengambil pendekatan yang berbeda. Dasar yang digunakan adalah berita atau pun rumor yang beredar di pasar.
Seperti kita ketahui bersama, bursa finansial seperti saham dan pasar uang sangat sensitif dengan berita yang sedang beredar di market. Demikianlah yang terjadi pada pasar forex trading. Bahkan dapat dikatakan kini bahwa yang menggerakan nilai tukar mata uang adalah justru berita itu sendiri. Dengan kata lain berita adalah penggerak emosi market yang mengakibatkan berubahnya titik keseimbangan pada nilai tukar mata uang.
Jika Anda seorang awam, mungkin kita tidak terlalu peduli dengan kenaikan tingkat suku bunga US misalnya. Tetapi tidak bagi seorang trader. Kenaikan suku bunga Bank Sentral oleh The Fed (bank sentralnya US) dapat berarti menguatnya Dollar Amerika hingga ratusan point yang berarti disanalah uang dapat diperoleh. Atau sebaliknya, kerugian dapat terjadi jika tindakan yang diambil tidak sesuai dengan pasar.
Itu sebabnya news/berita sangat berpengaruh terhadap portfolio investasi seorang forex trader. Jika Anda hendak menjadi seorang trader handal, maka kini saatnya Anda juga mempelajari analisa fundamental.
Contoh kenaikan suku bunga diatas hanyalah salah satu contoh dari berita fundamental yang biasa di release tiap-tiap harinya. Nah, mengapa kenaikan suku bunga bisa berarti penguatan nilai tukar mata uang dan apa pengaruhnya pada investasi saya, itulah yang harus Anda pelajari.
Ada alur logis dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku disini (meski kadang tidak 100% berlaku - kenyataanya analisa fundamental berkaitan bukan saja dengan pemikiran logis dari kebijakan moneter atau berita yang keluar tetapi juga bagaimana pasar bereaksi terhadap berita tersebut alias psikologi pasar).
Ada lebih dari 50 berita yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang. Dari ke 50 berita tersebut, efek yang ditimbulkan cukup jelas yaitu naik atau turun terhadap mata uang negara yang bersangkutan. Berita fundamental yang bersifat positif pada negara yang mengeluarkan berarti mata uang negara yang bersangkutan akan menguat dan sebaliknya mata uang pasangannya akan melemah.
Sebagai contoh misalnya pada mata uang GBP/USD, jika pihak US yang menaikkan tingkat suku bunganya (lagi-lagi saya ambil contoh yaitu suku bunga) maka nilai tukar Dollar akan menguat terhadap Poundsterling. Dan itu artinya Pund melemah terhadap Dollar karena berita yang di release oleh US bersifat positif terhadap mata uangnya.
Untuk jenis beritanya, ada beberapa jenis berita jika dilihat dari bidangnya:
* Ekonomi
* Politik
* Keamanan (global, regional, negara)
Penentu dalam melakukan analisa fundamental:
* Kecepatan memperoleh informasi
* Sumber informasi
* Pengolahan informasi & forecasting (ramalan)
Kami cantumkan beberapa berita fundamental dan kaitannya dengan pergerakan mata uang. Harap dicatat bahwa setiap negara mengeluarkan beritanya sendiri-sendiri, kali ini diasumsikan bahwa negara yang me releasenya adalah Amerika Serikat.
Beberapa Data Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Dollar AS:
| No. |
Economic Indicator |
Naik / Turun |
US$ |
| 1 |
Average Earning |
Naik |
Menguat |
| 2 |
Balance of Payment |
Naik |
Menguat |
| 3 |
Budget Deficit
|
Turun |
Menguat |
| 4 |
Business Inventories
|
Turun |
Menguat |
| 5 |
Capacity Utilization |
Naik |
Menguat |
| 6 |
Car Sales |
Naik |
Menguat |
| 7 |
Chicago PMI (Purchasing Management Index) |
Naik |
Menguat |
| 8 |
Constuction Spending |
Naik |
Menguat |
| 9 |
Consumer Confidence Index (CCI) |
Naik |
Menguat |
| 10 |
Consumer Credit (CI) |
Naik |
Menguat |
| 11 |
Consumer Price Index (CPI) |
Naik |
Menguat |
| 12 |
Consumer Spending (Expenditure) |
Turun |
Menguat |
| 13 |
Cost of Living |
Naik |
Menguat |
| 14 |
Current Acount |
Turun |
Menguat |
| 15 |
Corporate Profit |
Naik |
Menguat |
| 16 |
Deflasi |
Naik |
Menguat |
| 17 |
Discount Rate |
Naik |
Menguat |
| 18 |
Durabel Goods Orders |
Naik |
Menguat |
| 19 |
Econimic Monetary System (EMS) |
Naik |
Menguat |
| 20 |
Factory Orders |
Naik |
Menguat |
| 21 |
Federal Budget |
Naik |
Menguat |
| 22 |
Federal Reserve Fund |
Naik |
Menguat |
| 23 |
Gross Domestic Product (GDP) |
Naik |
Menguat |
| 24 |
Gross National Product (GNP) |
Naik |
Menguat |
| 25 |
Housing Start |
Naik |
Menguat |
| 26 |
Industrial Productions |
Naik |
Menguat |
| 27 |
Invisible Trade |
Turun |
Menguat |
| 28 |
Jobless Claims |
Turun |
Menguat |
| 29 |
Leading Indicator |
Naik |
Menguat |
| 30 |
Money Supply (M1, M2, M3, M4) |
Naik |
Menguat |
| 31 |
National Association |
Naik |
Menguat |
| 32 |
(NAPM) |
Naik |
Menguat |
| 33 |
Non Farm Payrolls |
Naik |
Menguat |
| 34 |
Personal Expenditure |
Naik |
Menguat |
| 35 |
Personal Income |
Turun |
Menguat |
| 36 |
Prime Rate |
Naik |
Menguat |
| 37 |
Product Price Index (PPI) |
Naik |
Menguat |
| 38 |
Public Sector Debt Repayment |
Naik |
Menguat |
| 39 |
Retail Sales |
Turun |
Menguat |
| 40 |
Trade Balance |
Naik |
Menguat |
| 41 |
Trade Devicit |
Turun |
Menguat |
| 42 |
Trade Weighted Index |
Turun |
Menguat |
| 43 |
Unemployment Rate |
Turun |
Menguat |
| 44 |
Unit Labour Cost |
Naik |
Menguat |
| 45 |
Value Added Tax |
Naik |
Menguat |
| 46 |
Visible Trade |
Naik |
Menguat |
|